Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2009

BALADA NGGA NYONTRENG

Kemarin ada pemilu ya??
Menurut berita disana-sini, perhitungan suaranya belum juga selesai, tapi para peserta pesta politik itu sudah mulai menyusun rencana sebagai berikut :
  1. Mulai kasak-kusuk investigasi kalau pemilu ini paling remek sepanjang masa. Kacau (katanya)
  2. Mulai membentuk koalisi-koalisian. Gabung sana gabung sini. Utamanya para peserta pemilu yang 'merasa' bakal kalah.
  3. Ancang-ancang menggugat melalui jalur hukum. Utamanya (masih) para peserta pemilu yang 'merasa' bakal kalah dan 'merasa' didholimi. Entah oleh siapa...
  4. Mulai 'mengeluarkan' tim pemantau masing-masing. Mencari pelanggaran berupa politik uang maupun kecurangan lain.
  5. Mulai sok akrab saling silaturahmi. Sepertinya saling mencari peluang untuk menghadapi pemilihan Presiden.

Entah apa yang dicari para manusia di partai peserta pemilu tersebut. Saya... Saya pribadi nih, males, mangkel, jenuh dan cenderung muak melihatnya. Ada sih keinginan untuk lebih cuek dan ora ngreken dengan semua itu. Tapi bagaimana bisa, lha wong setiap hari muncul beritanya di media massa yang saya baca dan lihat??

Beberapa hari yang lalu, ada seorang teman mengirim email forum dengan pertanyaan siapa yang menang contrengan. Iseng saya jawab, yang menang golput. Ternyata jawaban saya sedikit menuai protes dari teman-teman yang lain. Lha.... bukannya yang menang memang yang golput? Prosentase yang golput masih tinggi kan?

Saya memang tidak nyontreng karena satu dan lain hal serta perasaan yang sudah saya tulis diatas. Sampai akhirnya ada teman di forum email tadi bilang kalo golput itu goblok.

Oke teman..... Melihat kejadian yang sedang terjadi sekarang dan beberapa kegiatan Parpol yang saya tunjukkan diatas, rasanya kok saya ngga goblok-goblok amat....

nb : bukan mencari pembenaran dari golput atau tidak, cuma menunjukkan jawaban saya dengan peristiwa yang sedang terjadi sekarang.

Sabtu, 15 November 2008

Funky Kopral Reborn?

Apa-apaan ini?!?!?!

Funky Kopral ganti vokalis?!?!?

Heeehhhh...!!!!!!!

-Terkejut setelah baca artikel disini-

Sekedar info..... Diawal kemunculannya sekitar tahun 1999-2000, Funky Kopral pernah dianggap sebagai band baru yang membawa suasana segar di blantika musik indonesia. Genre mereka yang memadukan unsur rock dan funk mengingatkan kita akan band manca bernama Red Hot Chili Pepper (RHCP) tapi lebih ngerock. Anggota bandnya pun masih sangat muda (kala itu). Ada Robi (drum), Angga (vokal), Bondan Prakoso (bass), Kristo (gitar) dan Arlonsy Miraldi/Oncy (gitar).

Posisi gitar sempat hanya tinggal arlonsy seorang ketika Kristo memutuskan hengkang dari formasi Funky Kopral. Namun tidak lama kemudian bergabunglah Iman sebagai additional player. Mereka menghasilkan salah satu album funk terbaik di Indonesia berjudul 'Funkadelic, Rhytm and Distortion'.

Dalam perjalanannya, Iman kemudian keluar dan membentuk Jrocks. Disusul Arlonsy/oncy yang bergabung dengan band Ungu dan Bondan Prakoso yang sekarang semakin lengket dengan F2B-nya.

Tahun 2007, Angga dan Robi menggandeng Caesar/Echank (gitar) dan Ilham (bass) untuk merilis album bertajuk 'Lembaran Baru'. Sayangnya..... Funky Kopral yang merubah namanya menjadi Funkkop, seolah 'keluar' dari pattern mereka selama ini. Lagu-lagu yang dihasilkan dalam album itu terasa bukan band Funk kecuali lagu Funchopat 2. But overall, saya masih menaruh respek kepada band ini, ditengah kejengahan saya menyimak musik yang ditawarkan band baru indonesia saat ini. Ra Mutu...... (i think)


Dari artikel yang saya baca di link diatas, Robi dkk berjanji akan kembali ke 'fitrah' mereka sebagai band funk yang cukup disegani. Warna musik yang (sepertinya) akan ditawarkan Funky Kopral bisa sampeyan simak disini

Kita tunggu saja.....


nb : Cepetan dah rilis albumnya.....!!!! Penasaran eike.... ;p

Jumat, 31 Oktober 2008

SALAH NGASIH

Akhir-akhir ini, sepertinya banyak terdengar dan terlihat sedikit -dan beranjak banyak- kegelisahan dari semua elemen masyarakat. Entah itu Pemerintah, Birokrat, Pengusaha, Buruh, Saudagar, Orang berduit (kalau tidak mau dibilang beruang), Atlet trus...siapa yah?! Hampir semua pokoknya.

Sumber kerisauannya memang bukan dari dalam negeri Indonesia sendiri. Tapi dari luar. Yah... dari negara Paman Sam(iri), Amerika Serikat (AS). Bayangkan... negara superpower ekonominya nyaris tumbang karena terpaan krisis global (kata orang pinter ekonomi). Padahal, sampeyan weruh sendiri sejak Uni Sovyiet modyar, AS seolah-olah ndak ada tandingannya di jagat ini. Lha ngunu kok ya bisa goyah ekonominya?

Sampeyan yang geregeten sama AS pasti sudah mbayangin kalau AS bakalan remek ekonominya, sehingga ndak bakal mlete atau petantang petenteng jadi polisi dunia lagi. Tunggu dulu. Negara pendukung Yahudi siwalan itu tentu ndak bakal tinggal diam melihat hancurnya ekonomi negara. Yang saya dengar dan baca beritanya, pemerintah AS sudah melakukan upaya-upaya penyelamatan ekonomi. Entah hasilnya.

Yang medeni dan menakutkan, imbas krisis AS ini kok juga nular ke negara-negara lain di dunia. Tak terkecuali Indonesia tersayang ini. Ini yang mbikin orang nderedeg gemeter seperti yang saya tulis diatas tadi. Ingat krisis yang pernah melanda Indonesia tahun 1997-1998 dulu?? Heww... Ngeri....!!

Saya sih percaya, pak presiden dan menteri-menteri ekonominya yang hebat (sugeng rawuh bu Sri Mulyani dateng blog kulo), tentu juga ndak bakal rela Indonesia kena krisis lagi. Beliau-beliau lebih pintar ngatur perekonomian Indonesia. Tapi ya...ada sedikit usul usil.

Mbok ya.. yang diperhatiin bukan cuma orang-orang kaya dan sugih. Dari berita-berita kok kesannya pengusaha-pengusaha gedhe yang diawasi, nasabah-nasabah dengan tabungan diatas 2 Milyar yang dijamin, pemilik-pemilik bank yang 'diberi' insentif ini-itu, dan kesan-kesan aneh lainnya. Masak sih lupa sama kasus-kasus BLBI? Kasus yang sederhananya begini, pemilik bank dipinjemi uang untuk dikembalikan kepada nasabah. Tapi setelah mbayar nasabah, utang kepada pemerintah malah ndak dibayar. Trus malah kabur ke luar negeri. Megeli tho? Ya gini kalau orang sudah kaya malah dikasih uang. Kemaruk.....

Kenapa bukan kepada wong alit, pedagang kecil dan menengah atau wiraswasta yang dibantu? Bukankan mereka lebih tahan banting dan sepertinya ga ngurus mau ada krisis global atau tidak? Mereka lebih mengerti kondisi riil ekonomi rakyat bawah itu bagaimana. Bukan cukong-cukong a la mafia Berkeley itu.

Setahu saya yang bodoh ini, semua potensi dan kekayaan negara dikuasai oleh pemerintah, diperuntukkan bagi kemakmuran rakyat. Bukan bagi konglomerat!!!!!!


nb : tetep dukung Indonesia, pokoknya Indonesia. Hidup Milan dan Chris John!!!! (lho?!?!)

Minggu, 19 Oktober 2008

PAOLO MALDINI


Dia Paolo Maldini.

Bisa dibilang, saya adalah seorang Milanisti. Fans Berat dari klub sepakbola Italia, AC Milan. Sebagai seorang milanisti, rasa kagum, hormat, bangga akan terasa apabila kita mengingat sosok Paolo Maldini ini.

Saya anggap dia adalah salah satu dari sedikit bek kiri dan center bek terbaik di dunia. Dia juga merupakan salah satu anggota dari back four terbaik sepanjang masa milik Milan dan Italia, bersama Mauro Tassotti, Franco Baresi, dan Alessandro 'Billy' Costacurta. Kapten Milan ini memang seolah ditakdirkan sebagai icon dari AC Milan. Loyalitasnya bersama AC Milan selama hampir seperempat abad adalah bukti yang tak terbantahkan.

Lahir pada tanggal 26 Juni 1968, Maldini menjalani debut bersama Rossoneri pada 11 Januari 1985 melawan Udinese di stadiun Friuli. Pertandingan itu sendiri berkesudahan imbang 1-1. Setelah itu, posisi bek kiri seolah menjadi 'rumah' dari sang legenda AC Milan ini. Di Timnas Italia, nama Maldini juga menjadi garansi keamanan lini belakang.

Daftar penghargaan juara yang pernah dirasakannya juga luar biasa. 7 Scudetto, 1 Coppa Italia, 5 Piala Super Italia, 5 trophy Liga Champions, dan 5 Piala Super Eropa adalah sebagian besar trophy yang direbutnya bersama Milan.

Pemain yang dimasukkan Pele dalam daftar 50 Greatest Living Footballers ini juga penuh dengan rekor dan penghargaan pribadi. Maldini memegang rekor penampilan terbanyak bagi Gli Azzurri dengan 126 caps, mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Dino Zoff sebanyak 120 caps. Maldini menjadi pemain belakang pertama di dunia yang mendapatkan gelar pemain terbaik dunia tahun 1994. Dia juga pemegang rekor penampilan terbanyak di liga Italia dengan raihan lebih dari 600 pertandingan. Rekor ini sepertinya bakal terus bertambah, karena sang kapten masih dipercaya untuk mengawal lini belakang AC Milan sampai saat ini.

Di liga Champions, nama Maldini tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak gol tercepat dalam final liga Champions. Rekor yang tercatat dalam detik-57 tersebut terjadi ketika Milan berhadapan dengan Liverpool dalam final LC 2005. Selain gol tercepat, Maldini juga tercatat sebagai pemain tertua yang mencetak gol di final LC tersebut dalam usia 37 tahun.

Sayang, dia punya 'cacat' dalam karier sepakbola yang brilian tersebut. 'Cacat' yang dimilikinya adalah dia tidak mampu mempersembahkan gelar juara bagi Timnas Italia. Raihan tertinggi adalah Final Piala Dunia 1994 (kalah dari Brasil) dan Final Euro 2000 (kalah dari Perancis). Namun 'cacat' tersebut tidak serta merta mengaburkan prestasi Maldini yang lain. Dia tetap pemain yang sarat prestasi.



Maldini adalah contoh nyata. Role model bagi pesepakbola muda masa kini. Loyalitasnya tak pernah surut oleh rayuan gaji dan bonus besar dari klub lain. Permainannya yang stabil sampai di usia 40 tahun adalah bukti kedisiplinan dan kemauan keras dalam berlatih. Konsentrasi dan wibawanya sebagai kapten merupakan jaminan rasa aman dan bimbingan bagi rekan lainnya di Milan.

Karena jasanya untuk klub, Rossoneri berencana untuk 'mem-pensiun-kan' nomor punggung 3 dari skuad AC Milan apabila Paolo berhenti bermain. Nomor punggung 3 sendiri, akan dipergunakan lagi apabila ada anak Maldini bisa bermain dengan tim senior Milan. Hal yang sepertinya bisa terwujud mengingat di tim Junior Milan telah ada Christian Maldini (anak Paolo Maldini -gambar bawah-).


Kapanpun, dimanapun... bagi saya, Paolo Maldini adalah bek terhebat yang pernah ada :)


nb : kehilangan besar bakal terjadi karena maldini akan pensiun musim depan.....

Jumat, 17 Oktober 2008

KEMBALI PANAS

Kembali menyapa sampeyan semua......

Entah dosa apa yang sudah terjadi sehingga Surabaya 3-4 hari ini memang begitu panas udaranya. Tersiar kabar di media massa, matahari memang sedang tepat diatas kota pahlawan yang saya diami ini. Alhasil.... beberapa hari kedepan, suhu udara pun diprediksi bisa mencapai 40-an derajat celcius!!!! Byuh......

Lama sudah saya ndak nyambangi blog ini. Menulis sesuatu di media ini. Malas, sibuk dengan gawean yang numpuk selepas lebaran, sampai dengan urusan kuliah yang -tampaknya- sudah dimulai, kok membuat saya semakin nyaman untuk tidak mengunjungi blog ini.

Setali tiga uang dengan account blog saya di intranet (web yang ada di kantor) juga sedang saya biarkan mangkrak. Lha gimana ndak dibiarkan, wong diakses saja ndak bisa?? Bisa dibilang, blog di intranet tempat saya bekerja (DJP) sudah almarhum. Matek!

Kembali ke panasnya udara di Surabaya, panasnya pun sampai merembet ke mata, hati dan perasaan saya. Kok bisa?? Bisa saja. Pedes mata ini kalau melihat berbagai macam baliho atau spanduk di sepanjang jalan yang saya lalui. Baliho dan spanduk dengan wajah -mbuh siapa- yang dengan PD (peranakan Dhemit) nya mejeng di situ.

Tidak cuma nampang dapurane di baliho itu, mereka juga nulis nama plus berderet gelar dengan huruf kapital nan tebal plus dicentang. Mantab!!!

Tulisan di bawahnya lagi terpampang janji, ajakan, rayuan dan nggombalisasi kepada masyarakat. Pait.... kalau ingat janji hanya tinggal janji. Sakit hatiku, panas hatiku...... oh...

Modyar.....!! Lupa saya kalo tahun depan ada PEMILU!!! Pantes pada mejeng..... :p


nb : kembali mengasah.....


Jumat, 01 Agustus 2008

Ayo Yang Disana.... Digoyang Yoook......

Tulisan ini hanya merupakan bentuk kengerian yang saya tangkap setelah mengamati perkembangan salah satu jenis musik yang sungguh sangat merakyat di Indonesia tercinta.

Anda pernah mendengar teriakan penyanyi DANGDUT seperti judul diatas??

Oke... buang dulu rasa gengsi dan mungkin jijik mengenai musik dangdut. Diakui atau tidak, musik dangdut memang musik yang begitu familiar pada masyarakat indonesia. Hampir semua elemen bangsa ini tahu apa itu dangdut. Jenis musik yang apabila terlantun, maka akan tanpa sadar bisa membuat salah satu organ tubuh kita (minimal jempol tangan) untuk bergoyang.

Seniman-seniman dangdut pun tidak kalah banyak di negeri ini. Yang begitu fenomenal tentu saja si Raja Dangdut Rhoma Irama. Masih ada pula mansyur S, Rita Sugiarto, Evie Tamala, Imam S Arifin dan pedangdut handal lainnya. Pedangdut-pedangdut muda pun sudah banyak yang bermunculan. Dengan banyaknya acara pencarian bakat dari stasiun televisi, seolah makin memudahkan calon-calon pedangdut itu untuk tampil dan unjuk kemampuan cengkok dangdutnya.

Tapi kekhawatiran dan keprihatinan akan musik dangdut juga semakin membesar juga. Bukan cuma saya, sampeyan-sampeyan juga pasti merasakan apa yang saya rasakan.

Saya bukan penikmat atau memiliki obsesi pada musik dangdut. Saya hanya respek dengan musik ini karena sangat bisa menyentuh sampai kalangan paling bawah di negeri gemah ripah loh jinawi ini. Tapi rasa respek saya seolah hilang berganti dengan rasa jijik, nggilani atau apa itu, setelah kemunculan-kemunculan pedangdut wanita dengan goyang mengerikan.

Bisa dibilang kemunculan goyang berbau seronok itu dimulai dengan saudari Inul Daratista. Penyanyi asal pasuruan yang keren dengan goyang ngebornya ini seolah menjadi pioner untuk membuka kesempatan bagi pedangdut serupa untuk muncul. Pro kontra juga mengiringi kemunculan ratu ngebor ini. Mulai dari protes para pedangdut senior, sampai dengan kecaman para alim ulama atas goyangan bikin keringat dingin itu.

Sekarang, perkembangan dangdut dengan goyang seronok ini semakin menjadi-jadi. Terlihat di layar televisi beberapa hari yang lalu, sebuah acara musik dangdut dengan penyanyi wanita berpakaian minim, bergoyang dengan erotis dan seorang lelaki sok kaya dengan uang di tangan memberikan saweran. Saweran itupun diletakkan di -maaf- bagian vital tubuh sang penyanyi.

Njriiit...!!! sumpah jijik...!!!

Baiklah.... mereka memang mencari nafkah dengan menjadi penyanyi dangdut. Tapi apa iya harus begitu? Inul dan kawan-kawan juga pernah bilang bahwa goyangan yang mereka tampilkan adalah bagian dari seni. Seni dengan menonjolkan pantat ke muka penonton, seni apaan woi?! Apakah goyang itu seni yang sering disebut blogger di intranet DJP ini sebagai seni PUP SAMBIL KAYANG??

Saya setuju dengan sikap beberapa kepala daerah yang melarang penyanyi dangdut wanita dengan goyang remeknya itu. Bukan berarti setuju mematikan lahan rejeki orang, tapi kan masih bisa bernyanyi dangdut tanpa perlu bergoyang menonjolkan organ vital wanita. Lagipula yang namanya musik, alunan nada dan suara penyanyi adalah yang seharusnya lebih diutamakan, bukan goyang mesumnya. Iya tho??

Mari jadikan kesenian sebagai sebuah wadah hiburan dan rekreasi, dan bukan sebagai kedok dan pembenaran dari kemesuman.


nb : no offense kepada sampeyan-sampeyan yang mungkin suka musik dangdut. Hanya ingin masyarakat dan musik dangdut tidak semakin rusak oleh goyang maut.

Kamis, 17 Juli 2008

Capeknya Hari Ini....

Kali ini saya posting dari kantor.

Capek sekali rasanya hari ini. Semalam futsal persahabatan dengan kantor lain tetapi masih di kota surabaya ini. Pertandingan yang membuat tensi darah saya naik saking emosinya. Permainan tim yang saya perkuat berjalan seperti yang diharapkan hanya bertahan selama 15 menit pertama. Selanjutnya benar-benar remek permainannya.

Sudahlah... lupakan kekacauan permainan tadi malam.Saya mau pulang dan istirahat.

Sampai jumpa sobat....


nb : postingan ini ditulis dengan sesekali mengelus dengkul yang lecet dengan kerennya.

Senin, 14 Juli 2008

Dimanakah Semua Itu?

Bagi anda yang sempat mengalami hidup masa kecil di kampung seperti saya, pastilah memiliki kenangan yang mungkin tidak terlupakan dalam hidup yang fana ini. Kenangan yang mungkin sekarang telah menjadi sesuatu yang purba dan langka. Kenangan yang sekarang telah digilas oleh arus modernisasi di segala bidang kehidupan.



Masa kecil tentulah tidak jauh dari bermain. Bermain seolah sudah menjadi pekerjaan anak kecil dalam keseharian. Saya masih ingat dengan permainan-permainan masa kecil saya. Gobak sodor, petak umpet, patil lele/benthik, dakon, obak benteng, lompat tali, lempar karet, layangan dan permainan-permainan rakyat lainnya. Permainan yang dengan gembiranya pernah saya mainkan. Permainan yang saya anggap lebih menyehatkan daripada sekedar duduk diam di depan layar TV sambil memencet tombol stick.



Tapi dimana permainan-permainan itu sekarang? Seiring bertambahnya tahun dan usia, saya jadi jarang menjumpainya. Entah apa karena anak kecil sekarang malas untuk sekedar berlari-larian mengejar temannya atau apa, yang pasti permainan rakyat seperti itu memang benar-benar sudah jarang. Kalaupun ada, pastilah dilakukan anak kecil yang bertempat tinggal di daerah yang masih tradisional.



Saya sadar jaman memang telah berubah. Tapi saya masih merindukan masa kecil saya......



nb : kenangan masa kecil memang susah untuk dilupakan. Bahkan dalam kedewasaan kita, watak anak-anak pun terkadang masih lekat pada diri kita. Dan watak itulah yang membuat kita akan selalu merasa bahagia......

Minggu, 13 Juli 2008

Band Lama Atau Band Baru?

Apa kabar sampeyan hari ini? Semoga limpahan rahmat dan berkah dari Gusti Yang Maha Tunggal selalu menyertai langkah saya dan sampeyan semua. Amin.


Saya suka musik. Mendengarkan musik bisa disebut salah satu menu wajib saya dalam melakukan aktifitas pekerjaan sebagai salah satu pelayan masyarakat. Bermain musik sudah pernah saya lakukan ketika waktu senggang. Mulai dari bermain band sejak masih di bangku sekolah, sampai hanya genjrang-genjreng dengan gitar sambil membayangkan wajah si manis berjilbab yang selalu kangen saya. Koleksi DVD, VCD, CD sampai MP3 band seperti Pearl Jam, Nirvana, Metallica, Radiohead, Jimi Hendrix, Dream Theater, GIGI, Padi dan lain-lain pun sudah saya 'lahap' hampir setiap harinya.


Tapi kejengahan saya akan musik mulai terasa akhir-akhir ini. Terutama Musik Indonesia. Bukan karena saya sok paling jago bermain musik, tetapi memang kenyataan di dunia musik indonesia dewasa ini sungguh sangat aneh.


Kenapa saya sebut aneh?


Dimulai dengan bermunculannya band-band baru antah berantah dengan lagu-lagu simple. Bagaikan jamur di musim hujan, band-band baru tersebut muncul dengan nama yang tak kalah sederhananya. Sebut saja Kangen, Pilot, Wali, ST12, Matta, Radja, Anima, Merpati, Daun dan sederet nama lain yang jumlahnya masih banyak.


Memang, kemunculan mereka menandakan begitu bergairahnya dunia musik di indonesia. Tetapi yang patut digaris bawahi adalah lagu dan aransemen yang mereka sajikan sangatlah jauh dari yang namanya bagus dan berkualitas. Lirik sangat sederhana, aransemen yang nyaris apa adanya, lagu yang menjurus melayu (kalau ndak mau disebut ndangdut), sampai nada-nada yang terkesan menye-menye adalah salah satu ciri dari band-band terbaru indonesia.


Berbeda dengan band-band seperti Padi, GIGI, Letto, PAS, Funky Kopral dan lain-lain, yang dalam aransemen musik maupun lirik yang bisa dikata berkualitas. Siapa tidak kenal dengan 'kedalaman' lirik yang dibuat Padi atau Letto? Atau kerumitan aransemen musik a la GIGI, PAS band dan Funky Kopral yang memang digawangi musisi kelas atas Indonesia. Patutlah apa yang mereka perbuat dijadikan patokan dalam bermusik di indonesia.


Yah.... sebagai penikmat musik saya hanya bisa berharap musik Indonesia maju terus tanpa melupakan kualitasnya...... :)



nb : Suara sampeyan biasa saja namun berwajah lumayan? punya band dan lagu sederhana? langsung saja ke produser. Kali aja laku..... (kira-kira begitu yang ada di pikiran saya)

Sesekali Lihatlah TVRI

Memang televisi bukanlah satu-satunya media informasi yang ada pada jaman ini. Saya jarang menonton televisi. Televisi di kamar (kandang tepatnya) saya lebih banyak bersuara apabila ada acara sepakbola. Tapi ada satu stasiun televisi yang masih terkadang menggelitik mata saya untuk melihatnya. Ya... Televisi Republik Indonesia atau TVRI.



Menggelitik bagaimana?



Oke... Mungkin sebagian besar dari sampeyan sudah illfill sama yang namanya melihat atau menonton televisi di indonesia. Dimulai dengan acaranya yang semakin jauh dari kata bermutu, berita-berita yang lebih banyak berisi kejahatan, korupsi, bencana, unjuk rasa, antem-anteman polisi vs mahasiswa sampai dengan acara mencari idola instant plus kacangan.



Beda dengan TVRI. Dengan melihat stasiun televisi plat merah ini, saya merasa bahwa indonesia itu masih 'ada'. Masih ada tayangan petani indonesia yang diwawancarai tentang bagaimana mereka bercocok tanam atau berkebun. Masih ada berita luar negeri yang ternyata masih lebih kacau dari indonesia (bandingkan dengan TV swasta, berita yang ditayangkan hampir 99% dari dalam negeri, itupun tentang kekacauan). Dan masih ada gambar tentang pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah negara, daripada gambar perusakan yang dilakukan anak negeri ini.



Memang sih ada anggapan kalau TVRI identik dengan alat pemerintah, maka beritanya pun harus sesuatu yang bagus tentang pemerintah. Anggapan yang bisa benar, bisa salah. Salah karena stasiun televisi inipun juga sering menampilkan acara pembicaraan terkait masalah-masalah sosial masyarakat, tetapi disertai pula dengan cara pemecahannya. Bisa benar, karena saya yakin sehancur-hancurnya pemerintahan negara ini, pasti masih ada pembangunan yang bisa ditunjukkan oleh pemerintah. Acara pendidikan bagi siswa SMP maupun SMA, kebudayaan daerah, siraman rohani semua agama, hingga MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur'an) masih ditampilkan oleh TVRI. Acara musik country dan BluesNight juga tidak pernah kelewatan untuk saya nikmati. Ini yang susah dicari di televisi swasta dewasa ini.



Kampungan, kuno, ga modern dan anggapan minor lainnya juga sering terlontar bagi para penonton TVRI. Hal itu dimaklumi karena acara-acara yang ada di TVRI terkadang memang merupakan acara yang dibuat beberapa tahun sebelumnya. Tetapi dengan melihat TVRI, ada rasa adem dan nyaman, karena sangat-sangat jarang ada acara atau berita di TVRI ini yang bisa membuat rasa mangkel, ingin marah dan ingin nempeleng orang.



Yah.... selera orang memang berbeda. Tapi saya usulkan, sesekali lihatlah TVRI.



nb : coretan dalam keprihatinan akan hiburan.......

Sabtu, 24 Mei 2008

Jangan Percaya Nickname.....

Hai semua, apa kabar? Saya kembali lho.... (ga penting!)

O ya.... setelah berdarah-darah dan mata jadi jereng kemana mana, akhirnya saya selesai mengubah tampilan blog ini. Ga ada yang istimewa sih, cm ada penambahan sedikit di sekitar avatar dan jenis font yang saya gunakan. Banyak kekurangan memang, tapi menurut saya inilah tampilan yang (setidaknya) tidak bikin mata sakit dan perlu (TEMPO banget!)

Another topic. Akhir-akhir ini, kota yang saya tempati, hero city (kota pahlawan surabaya-pen) semakin panas saja udaranya. Musim kemarau nan hot sudah tiba keknya. Kemarin siang saja pas kelaparan trus beli makan, rasanya naek motor sambil merem! Terang benderang dan sangat-sangat biadab panasnya. Kalo dah gini, bawaannya jadi males kluar dan pengen ngadem dengan imutnya di dalam 'kandang' saya yang sudah rapi.

Ngomong-ngomong soal 'kandang', hal ini terkait erat dengan salah satu nickname saya di dunia maya intranet tempat saya kerja, yaitu marmoet. Bukan karena sok imoet (kenyataannya emang imoet) saya memilih nick itu karena...... lucu saja sih (gubrak!!). Selain itu marmoet ada singkatannya lo.... MAs Rza iMOET jebhuwakakakakakakakakakakka

Selain nick tersebut diatas (kek UUD?) saya juga sering make nickname Vedder. Yap!!! Nick itu saya jiplak sejiplak-jiplaknya dari nama vokalis Pearl Jam, Eddie Vedder. Salah satu vokalis yang saya kagumi corak dan karakter suaranya yang menurut saya berat, serak dan terdengar "vedder banget". Selain Vedder, nickname yang sering saya pake adalah Kapten. Hal ini berhubungat erat dengan jabatan saya sebagai kapten tim sepakbola / futsal di kantor saya (cieeeehh, pret!).

Okeh... dah cukup dulu. Saya tau ga ada yang penting di tulisan ini. Tapi percayalah..... bakal ada banyak tulisan ga penting lainnya yang bakal muncul kywakawakwakwakwakwa. I'll be back..!! (sambil mrenges kejem ala terminator *_*).


nb : hai 'kamu' yang disana....... miss u......